Inovasi dan Keunggulan Layanan Pendidikan Universitas Terbuka

0
68
Prof Ir Tian Belawati, M.Ed, Ph.D

Pondok Cabe – Universitas Terbuka menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka. Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio, dan televisi). Makna terbuka adalah tidak ada pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, dan frekuensi mengikuti ujian. Batasan yang ada hanyalah bahwa setiap mahasiswa UT harus sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas atau SMA yang sederajat.

Dengan sistem terbuka mahasiswa UT diharapkan dapat belajar secara mandiri. Cara belajar mandiri menghendaki mahasiswa untuk belajar atas prakarsa atau inisiatif sendiri. Belajar mandiri dapat dilakukan secara sendiri ataupun berkelompok, baik dalam kelompok belajar maupun dalam kelompok tutorial. UT menyediakan bahan ajar yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri.

Selain menggunakan bahan ajar yang disediakan oleh UT, mahasiswa juga dapat mengambil inisiatif untuk memanfaatkan bahan bacaan lain diperpustakaan mengikuti tutorial, baik secara tatap muka maupun melalui internet, radio, dan televisi; serta memanfaatkan sumber belajar lain seperti bahan ajar berbantuan komputer dan program audio/video. Apabila mengalami kesulitan belajar, mahasiswa dapat meminta informasi tentang bantuan belajar kepada Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) setempat.

Belajar mandiri dalam banyak hal ditentukan oleh kemampuan belajar secara efektif. Kemampuan belajar bergantung pada kecepatan membaca dan kemampuan memahami isi bacaan. Untuk dapat belajar mandiri secara efektif, mahasiswa UT dituntut memiliki disiplin diri, inisiatif, dan motivasi belajar yang kuat. Mahasiswa juga dituntut untuk dapat mengatur waktunya dengan efisien, sehingga dapat belajar secara teratur berdasarkan jadwal belajar yang ditentukan sendiri. Oleh karena itu, agar dapat berhasil belajar di UT, calon mahasiswa harus siap untuk belajar secara mandiri.

“Awal terbentuknya Universitas Terbuka sekitar tahun 1980an, saat itu pemerintah menyadari saat itu daya tampung tatap muka di perguruan tinggi sangat kurang sehingga pemerintah berfikir untuk membuat perguruan tinggi yang sistemnya bisa memiliki daya jangkau , daya serap yang tinggi,” tutur Rektor Universitas Terbuka Prof Ir Tian Belawati, M.Ed, Ph.D menjelaskan sejarah terbentuknya UT.

Tian Belawati kembali memaparkan, setelah dilakukan studi ditemukanlah konsep Universitas Terbuka, dengan konsep untuk siswa-siswi lulusan SMA dan terbuka untuk orang-orang yang tidak bisa melanjutkan kuliah karena berbagai kendala seperti faktor ekonomi atau tempat tinggal yang jauh. Dan mulai saat itu Universitas Terbuka didisain dan dirancang dengan maksud meminimalkan berbagai kendala agar supaya setiap orang bisa kuliah.

Efektititas Sistem Belajar Jarak Jauh
Lalu apakah pola belajar jarak jauh seperti ini efektif dan bisa menghasilkan lulusan yang potensial? Tian memastikan jika pola belajar di Universitas Terbuka sangat efektif, menurutnya saat ini UT telah meluluskan lebih dari 1,6 juta lulusan dan sudah bekerja di berbagai sector baik didalam dan luar negeri.

“Saya memastikan pola belajar yang kami lakukan sangat efektif, kalau tidak mana mungkin kita bisa meluluskan mahasiswa yang jumlahnya sudah mencapai kurang lebih 1,6 juta dan mereka sudah bekerja di berbagai sector di dalam dan luar negeri,” paparnya.

Tian juga menambahkan, sistem ini juga dilakukan diberbagai Negara, ia mengakui UT sendiri menyontek dari Negara lain dimana sudah banyak menyelenggarakan pendidikan yang seperti UT lakukan.

“Ditambah saat ini ada tekhnologi online learning yang merupakan perkembangan lanjutan dari pendidikan jarak jauh. Jadi secara penyampaian ilmu itu sama saja, bedanya hanya tatap muka dosennya saja. Di kampus UT ini materinya itu dituliskan, divideokan, disiarkan, jadi mahasiswa tetap mendapatkan materinya. Sementara perguruan tinggi lain menyampaikan materi tatap muka dan mendengar apa yang disampaikan dosen secara langsung, itu bedanya,” paparnya.

Terkait Mutu SDM di Universitas Terbuka, Tian Belawati menjelaskan jika SDM dikampusnya sangat baik. Sumber Daya Manusia yang ada di Universitas Terbuka terbilang sedikit dibandingkan perguruan tinggi lainnya, menurutnya SDM UT berjumlah kurang lebih sekitar 1.700 orang pegawai tetap diseluruh Indonesia. “Jumlah dosen di UT ini hanya sekitar 700 orang, bayangkan dengan jumlah yang sedikit itu kami bisa mengelola mahasiswa yang ratusan ribu. Saat ini yang masuk UT itu kurang lebih dari 300 ribu, bahkan dulu pernah sampai diatas 600 ribu kenapa karena kami memiliki SDM yang memang telah paham sekali bagaimana menyelenggarakan pendidikan jarak jauh,” tuturnya.

Dia juga menegaskan jika UT telah memiliki networking dengan berbagai instansi di seluruh indonesia, sehingga UT bisa memberikan pelayanan kepada mahasiswanya. “Jadi misalnya kami punya tutor-tutor dari seluruh indonesia yang jumlahnya sekarang kurang lebih sekitar 22 ribu orang itu dari berbagai perguruan tinggi diseluruh Indonesia, kami juga punya pengawas-pengawas ujian yang tersebar diseluruh indonesia yang umumnya juga adalah para PNS didaerah, para guru,para dosen, perguruan-perguruan tinggi di daerah memang mereka bukan dari para pegawai UT, tetapi ketika UT membutuhkan mereka membantu UT menjadi pengawas Ujian menjadi tutor dan sebagainya,” tambahnya

Wanita yang akan mengakhiri masa pensiunnya ini menegaskan, jika kualitas lulusan tidak ditentukan oleh insfrastruktur sebuah kampus, tetapi ditentukan oleh kurikulum dan bagaimana perguruan tinggi bisa mengimplementasikan kurikulum itu dengan baik. “Kurikulum di UT itu dikembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat atau pesanan dari pemerintah karena dibutuhkan untuk pembangunan nasional. Kemudian kalau kita sudah mengatakan atau kita butuh membuat program studi A, kemudian kami akan memanggil dan mengundang para pakar pada bidang itu kemudian kita meramu ini kurikulumnya sehingga kurikulum itu menjadi relevan,” tambahnya.

Dengan kurikulum tersebut mahasiswa diprogram itu akan dibekali dengan kompetensi yang memang dibutuhkan oleh bidang, ilmu atau bidang pekerjaan yang akan digeluti oleh mahasiswanya.

Keseluruhan proses kurikulum dan cara belajar dikendalikan mutunya oleh UT. “Manajerial proses semua yang dilakukan sudah sertifikasikan ISO, sehingga bahan ajar dikembangkan dengan langkah-lngkah yang cukup ketat sehingga menghasilkan kualitas yang sangat bagus,” tuturnya.

Secara internasional UT juga mengundang organisasi internasional untuk mengaudit dan sudah mempunyai sertifikat kualitas internasional. “Dengan semua upaya itu UT, kita punya unit namanya Unit Sistem Jaminan Kualitas, dan sistem itu yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan agar semua yang dilakukan dan dihasilkan sesuai dengan standard dan pedoman. Itu adalah cara kami untuk memastikan bahwa mahasiswa UT itu benar-benar belajar dan jika lulus sudah menguasai kompetensi dan menjadi lulusan yang berkualitas.

Saat ini Universitas Terbuka memiliki 34 program studi dari jenjang Diploma sampai dengan S1 dan S2, dan semua telah teruji kualitas dan telah tersertifikasi. Diantaranya
sertfikat kualitas internasional dari internasianl of coorporation education untuk memastikan bahwa UT memang telah memenuhi kaidah-kaidah yang benar, dan telah memenuhi standard-standard internasional. ISO baru saja didapatkan beberapa waktu lalu untuk manajemen akademik berbasis resiko, yaitu ISO berbasis 9001-2015, untuk standarisasi proses manajemen dalam rangka untuk memastikan kualitas manajemen akademik. “Satu lagi adalah ISO untuk manajemen pendidikan jarak jauh itu untuk OPBJ-OPBJ seluruh indoneisa ya, itu sudah banyak sekali,” tambahnya.

Sertifikasi Kompetensi Tenaga Pengajar

Tenaga pengajar di kampus ini pun telah tersertifikasi dan telah diuji kompetensinya. Dosen yang ada di kampus ini rata-rata telah mengikuti jenjang pendidikan Strata 2 bahkan Strata 3. “Kalau di kita itu tenaga pengajar atau dosen haris mengikuti pelatihan-pelatihan, misalnya pelatihan membuat video, karena pembelajaran kita jarak jauh ya kita membuat bahan ajaran menggunakan computer, pelatihan mengembangkan soal yang baik serta pelatihan lainnya. Banyak ruang untuk pembekalan dosen di kampus kami ini,” tambahnya.