Lei Lo Tawarkan Menu Masakan Berkonsep Asian-American

0
21

Jakarta – Lei Lo Restaurant, unit usaha Broadway Group Jakarta, yang berlokasi di kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menawarkan menu-menu masakan berkonsep Asian-American. Menu-menu tersebut merupakan perubahan beberapa menu makanan yang sudah ada sebelumnya di restoran Chinese Food tersebut.

“Konsep Asian-American tersebut adalah inovasi Chef Jodie Adrianto. Berbagai makanan Asia yang sudah ada sebelumnya di Lei Lo tidak diubah seluruhnya. Basic-nya tetap sama, tapi berbeda pada konsistensi dan presentase tampilan makanan yang lebih modern pada 45 menu yang tersedia. Itu terdiri dari appetizer dan snack, rice bowl, noodles dan bubur, juga bigger menu, salad dan dessert,” papar William Ernest Silanoe, CEO Broadway Group, di Jakarta, Senin.

Ernest menuturkan, inovasi itu dilakukan utnuk mengakomodir kebutuhan makan para konsumen Lei Lo Restaurant yang kekinian, khususnya kaum milenial. Ketika makanan restoran sudah tersaji, mereka biasanya langsung menjadi foody dan akan menilai secara detail serta memberi skor atas apa yang dinikmati.

Sementara itu, Chef Jodi Adrianto mengungkapkan, kini sudah tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa orang yang mau makan di restoran itu pertama-tama akan menggunakan indra penglihatannya (visual) terlebih dahulu. Jika sudah tertarik, baru mereka akan menilai rasa dari makanan tersebut.

Enerst mengemukakan, Lei Lo tidak sesumbar menjadi pelopor cita rasa dan cara saji makanan Asia-Amerika yang pas dengan lidah orang Indonesia. “Akan tetapi, kami hanya mau agar berbagai makanan dari luar Indonesia tersebut akan tetap aman dan nyaman diterima lidah orang Indonesia tanpa kombinasi yang aneh, bahkan ekstrim,” tukas Ernest.

Ernest menjelaskan, Lei Lo akan meletakkan idealisme Chef Jodie yang dikenal sangat kuat terasa pada teknik memasaknya. Misalnya Potato Puree, yang biasanya akan tetap terasa chunky ala kentang, tetapi Jodie membuatnya lebih smooth dengan teknik smooky yang lebih nyaman.

“Pembaharuan konsep Lei Lo ini juga untuk menangkap market yang lebih pagi, di bawah jam 10, yang selama ini hanya dilakukan oleh beberapa resto di kawasan Senopati, yang banyak mengandalkan kopi dan snack. Itu karena Lei Lo punya mesin kopi, punya rice bowl dan dimsum yang enak. Kenapa tidak dimanfaatkan,” kata Ernest.

Selain itu, demikian Ernest, dengan pembaharuan konsep ini, Lei Lo restaurant hendak membidik pangsa pasar community. Kecenderungan para hobbies yang kerap berkumpul dan melakukan sesuatu secara bersama adalah pangsa lain yang sudah lama dibidik. Lei Lo melihat hal ini sebagai kelas pasar yang potensial, sehingga tidak mau memilih jalan yang rawan soal rasa.

Di samping mengusung konsep menu yang rasa dan tampilannya lebih tertata, Chef Jodie juga membawa beberapa menu baru dari dapur Lei Lo yang selama ini belum pernah ada, yaitu Tuna Tartare dengan dressing beragam: gurih, asem, spicy, ada juga Beef Bao dan Chicken Bao, juga Onde-Onde yang dimakan dengan butterscotch. Selain itu ada juga Gyoza yang sangat khas Jepang dan Lotus Chips serta Kuit Ayam Goreng yang tentu sangat aman dengan lidah orang Indonesia. Ada pula anek sayuran yang dibuat dengan sentuhan yang lebih baru, yang menghasilkan tampilan dan rasa yang lebih playfull

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here