UMKM Harus Manfaatkan Digital Marketplace

0
30
Yuswohady, pengamat UMKM

Jakarta – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hadir sebagai sebuah solusi dari sistem perekonomian yang sehat, karena UMKM merupakan salah satu sektor industri yang tidak terkena dampak krisis global yang melanda dunia. Oleh karena itu, peran UMKM ini cukup besar untuk tumbuhnya Perekonomian Indonesia.

Yuswohady, pengamat UMKM mengatakan, dengan adanya digital Market Place seperti bukalapak, tokopedia dan lainnya membuat produk-produk yang dihasilkan menjadi banyak diminati masyarakat Indonesia.

Dengan Market Place, peluang UMKM ke nasional dan global juga semakin besar. Namun yang menjadi tantangan UMKM saat ini adalah kualitas dari produk-produk yang dihasilkan. Menurutnya, kualitas dan harga produk UMKM harus lebih diperhatikan, karena saingan terberat datang dari produk Negara luar seperti Cina dan Vietnam. Kedua Negara itu mendatangkan produk-produknya dengan harga yang murah dan banyak diminati oleh masyarakat Indonesia.

“Kualitas produk biar bagaimana pun harus diperhatikan. Karena produk Cina dan Vetnam yang masuk ke Indonesia kualitasnya bagus harganya juga murah. Kalau pelaku usaha kecil ini memiliki kualitas yang biasa dan harganya mahal, maka pasar akan memilih barang impor,” paparnya.

Selain itu, untuk lebih meningkatkan penjualan dan mampu berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia, UMKM juga harus memiliki produk yang sudah Standar Nasional Indonesia (SNI). Ini untuk memperkuat daya saing dan produk-produk bisa memberikan devisa untuk Negara.

“Kalau sudah ber SNI tentunya pelaku usaha kecil dan menengah bisa mengekspor produknya ke berbagai negara dan bisa bersaing dengan produk Cina, Vietnam,” tambahnya.

Dalam 5 tahun, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto terus mengalami peningkatan. Hal itu karena dukungan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memberikan peluang untuk pelaku usaha kecil berkembang. Kementerian mencatat, kontribusi disektor UMKM meningkat dari 57.84 % menjadi 60,34 %.
Sektor UMKM ini juga mampu menyerap tenaga kerja didalam negeri. Dalam 5 tahun terakhir, tenaga kerja di sektor ini tumbuh dari 96,99 menjadi 97,22 %.

Dengan penyerapan tenaga kerja yang cukup meningkat, maka UMKM juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan kata lain, UMKM memiliki peran yang cukup strategis dalam mengurangi pegangguran dan kemiskinan di Indonesia.
Satu hal yang juga perlu di ketahui, kontribusi terbesar dari usaha UMKM adalah industri ekonomi kreatif. Hal ini bisa dilihat dari data pertumbuhan yang cukup positf dengan pertumbuhan hingga 5,6 %.

UMKM juga mampu memberikan sumbangsih terhadap PDB yang tercatat mencapai 7,1 % dan mampu menyerap 10,7 % atau sekitar 12 juta total dari tenaga kerja. “Memang kontribusinya cukup besar meskipun hanya usaha kecil,” tutup Yuswohadhy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here