Jokowi Kesal, Menperin Agus Gumiwang Desak Kemendag Setop Impor Cangkul

0
36

Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) menghapus izin impor cangkul. lantaran industri dalam negeri dinilai siap untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.Permintaan itu menyusul pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kesal banyaknya  cangkul impor

“Kami sudah minta Kemendag untuk segera menghapus izin impor cangkul,” kata Agus Gumiwang di Kantor Kemenperin, Jakarta, Jumat (8/11).

Menperin mengatakan industri dalam negeri sudah siap untuk memasok produk cangkul yang berkualitas. Saat ini, jelasnya, sekitar 500.000 unit cangkul bisa dihasilkan pelaku industri kecil nasional, sedangkan pelaku industri menengah bahkan bisa memroduksi sekitar 2,5 juta unit cangkul per tahun.

Agus mengakui bahwa setiap tahun ada kebutuhan hingga 10 juta cangkul. Namun, dengan penutupan impor, Kemenperin optimistis sektor yang memroduksi cangkul bisa berkembang signifikan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Itu harus ditutup. Berikan kesempatan kepada industri dalam negeri. Begitu impor ditutup industri akan tumbuh dan akan menyesuaikan sendiri sesuai permintaan,” ujarnya.

Agus juga berharap konsumen untuk lebih memilih produk dalam negeri untuk mendukung pengembangan industri. Dia menekankan bahwa produk cangkul yang dihasilkan produsen dalam negeri sudah memiliki kualitas setara dengan produk impor.

Dengan pemanfaatan produk lokal, jelasnya, pelaku industri akan mendapatkan kesempatan untuk terus berkembang. “Harus ada kesadaran dari kita bahwa produk kita sudah siap, termasuk kualitasnya dan kita harus bangga dengan produk kita sendiri.”

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih optimis industri dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan 10 juta cangkul pada tahun 2021.

“Kalau impor ditutup itu akan cepat sekali industri dalam negeri tambah produksi. Saya yakin 2021, kebutuhan cangkul dalam negeri yang mencapai 10 juta unit itu akan terpenuhi,” kata Gati.

investasi dan tidak usah menunggu investasi asing masuk,” tegasnya.