Presiden Jokowi Sebut Pemberdayaan UMKM Sebatas Rutinitas dan Monoton

0
19
Presiden Jokowi memimpin rapat kabinet terbatas dengan tema Pemberdayaan UMKM di Kantor Presiden Jakarta, Senin (11/11)

Jakarta – Presiden Jokowi mengeluhkan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih sebatas rutinitas dan cenderung monoton. Pasalnya selama ini pemberdayaan UMKM yang dilakukan tidak terintegrasi, program pemberdayaan UMKM masih tersebar di sejumlah kementerian, lembaga, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Apa yang sudah dilakukan oleh sebuah kementerian diulang lagi oleh BUMN ataupun swasta tidak fokus, tidak terkoordinasi dan terkonsolidasi sehingga target grupnya akhirnya hanya itu-itu saja,” ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Senin (11/11).

Bahkan ia menambahkan seringkali program pemberdayaan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh UMKM.

Ia juga melihat kredit dari perbankan yang diberikan kepada usaha mikro usaha kecil lewat subsidi bunga masih kurang optimal.

“Tapi menurut saya ini jumlahnya juga masih kurang oleh sebab itu saya sudah minta untuk tahun depan bisa ditingkatkan lagi dua kali lipat tapi itu juga kita harus tembakkan program ini kepada usaha-usaha produksi bukan pada yang masih banyak kita lihat pada usaha perdagangan,” jelasnya.

Karena itu, Jokowi  menginginkan ada perubahan yang mendasar dalam upaya pemberdayaan UMKM di Indonesia.