Pertumbuhan Ekonomi RI Melemah, Ini Faktanya

0
25

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan paparannya terkait realisasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Oktober 2019.

Hasilnya, terpantau kondisi ekonomi Indonesia kian melemah yang tercermin dari rendahnya penerimaan baik dari sisi perpajakan maupun pendapatan negara lain non pajak.

Di sisi lain, belanja kementerian dan lembaga juga terpantau masih didominasi belanja pegawai sehingga dampaknya ke masyarakat kurang terasa.

Pemerintah mencatat, hingga akhir Oktober 2019, realisasi pendapatan negara dan hibah telah mencapai Rp 1.508,91 triliun atau 69,69% dari target APBN 2019. Capaian pendapatan negara tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan yang terealisasi sebesar Rp 1.173,89 triliun atau 65,71%, PNBP yang telah terealisasi sebesar Rp 333,29 triliun atau 88,10%, dan penerimaan hibah yang terealisasi sebesar Rp 1,72 triliun atau 395,55% dari target yang ditetapkan dalam APBN 2019.

“Secara umum realisasi tersebut mengalami pertumbuhan dan membaik dibandingkan kinerja September 2019, meskipun perekonomian global masih mengalami tekanan yang berdampak pada kondisi domestik,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (18/11).

Adapun realisasi penerimaan pajak tercatat hanya tumbuh tipis karena dunia usaha yang tertekan oleh kondisi global. Penerimaan pajak baru mencapai Rp 1.018,5 triliun atau 64,56% dari target Rp 1.577,56 triliun di APBN 2019. Penerimaan ini hanya tumbuh 0,23%.

Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu tercatat telah mencapai Rp 155,42 triliun atau 74,43% dari target APBN 2019 dan mampu tumbuh positif sebesar 7,92% (yoy).

Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sampai dengan akhir Oktober 2019 mencapai Rp 333,29 triliun atau 88,10% dari target APBN dan masih tumbuh sebesar 3,16% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018