BUMN Rugi Direksi Foya-foya Makan Mewah

0
47

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, merasa kecewa terhadap beberapa direksi. Ia diketahui menegur direksi BUMN yang masih merugi. Erick sempat bernada tinggi menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan 32 direktur utama dan komisaris utama kemarin.

Hal itu terungkap dari  pernyataan Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga saat berbincang dengan media di kantornya, Rabu (20/11).

“Pak Erick juga sempat keras ngomong beliau katakan pernah dia ke salah satu restoran di Thamrin bertemu dengan eksekutif BUMN, makan ditempat cukup mahal mewah tapi ketika dilihat keuangan BUMN tersebut rugi,” jelas Arya.

Dia mengatakan juga, kerugian dari BUMN ini yang bertanggung jawab adalah negara. Oleh sebab itu, pesan dari Erick, yakni akhlak baik harusnya dimiliki dalam mengelola BUMN.

“Cukup keras pesannya ke direksi BUMN,” tandasnya.

Sementara itu , Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menjelaskan, petinggi BUMN tetap mendapat gaji kendati perusahaan yang dipimpinnya rugi.

Katanya, yang berpengaruh terhadap laba rugi perusahaan adalah tantiem di mana bonus ini hanya diberikan saat perusahaan untung. Dia bilang, gaji bos BUMN tergantung dari ukuran perusahaan.

“Itu tergantung BUMN-nya, kalau BUMN-nya besar ya besar gajinya walaupun rugi. Kaya Garuda tetap aja besar gajinya walaupun rugi, kalau rugi kan besar gajinya tergantung size perusahaan. Size perusahaan besar ya besar gajinya,” jelasnya

Said menyebut, gaji direksi Garuda  bisa menembus Rp 200 juta per bulan.

“Sekitar situ,  mungkin Rp 200 juta an, Rp 100 mendekati Rp 200 juta,” katanya.

Begitu juga dengan Krakatau Steel, ia menuturkan walaupun rugi direksinya juga mendapat gaji. Tak secara rinci, ia hanya bilang di atas Rp 100 juta.

“Saya tidak tahu gaji sekarang Rp 100 juta lebih saya yakin,” katanya.