OJK Hentikan 1.773 Pinjaman Online Bodong

0
11

Jakarta – Satuan Tugas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menutup 1.773 fintech peer to peer lending atau pinjaman online ilegal sejak tahun 2018 hingga Oktober 2019.

Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK, Tongam Lumban Tobing mengatakan saat ini terdapat banyak sekali fintech pinjaman online. Namun yang telah mengantongi izin OJK hanya 127 perusahaan.

“Masalah yang sering muncul dari bisnis pinjaman online illegal adalah perusahaan tidak terdaftar, bunga pinjaman tidak jelas, alamat peminjaman tidak jelas dan berganti nama,” kata Tongam.

Dia mengungkapkan, aplikasi fintech ilegal tidak hanya dapat diunduh melalui playstore namun mereka juga menyebarkan link unduhan melalui pesan SMS. Sehingga masyarakat banyak yang dapat mengunduh aplikasi fintech ilegal tersebut karena tergiur oleh iklan yang ditawarkan.

“Masalah lainnya, penyebaran data peminjam dan cara penagihan yang tidak benar juga masih terus dilakukan pelaku fintech ilegal,” ujarnya.

Oleh karena itu OJK bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan pengetatan pengawasan.

Selain itu, OJK juga melakukan tindakan pencegahan seperti edukasi untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman masyarakat mengenai industri jasa keuangan bekerjasama dengan berbagai pihak yakni pemda setempat, berbagai Lembaga Jasa Keuangan (LJK), instansi, dan dinas terkait.

“Selain memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat OJK juga telah melayani 2.471 pengaduan dan konsultasi masyarakat yang terdiri dari 135 layanan penerimaan Informasi, 407 layanan pemberian Informasi dan 1.929 layanan permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dari 2018 hingga Oktober 2019,” kata dia.

Berdasarkan data OJK, penyaluran pinjaman P2P lending per 31 Agustus 2019 mencapai Rp 54,7 triliun dengan jumlah peminjam 530.385 peminjam di mana 207.507 merupakan entitas serta untuk jumlah pemberi pinjaman 12,8 juta di mana 4,4 juta merupakan entitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here