Deteksi Permasalahan Sektor IKM Kemenperin Gandeng Startup

0
45
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri. Salah satunya dengan menggandeng sejumlah perusahaan startup.

“Kita melihat permasalahan IKM itu banyak sekali, mulai dari permodalan, produksi, hingga tenaga kerjanya. Ini yang sedang kita “list” dengan startup,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih di Jakarta (12/12).

lanjut Gati, para startup tersebut akan mendeteksi dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh para IKM.

“Untuk menggairahkan para startup, kita juga akan buat sayembara untuk memotivasi mereka agar sungguh-sungguh. Kalau dilihat hadiahnya memang tidak besar, tapi yang paling penting buat mereka adalah kebanggaan bahwa produk mereka berguna bagi masyarakat,” jelas Gati.

Gati melihat anak muda di Indonesia mempunyai rasa berbagi dengan sesama dan mau menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat dengan sungguh-sungguh.

“Kalau dilihat kan persoalan IKM dari tahun ke tahun itu-itu terus, saya sebagai pembina daripada IKM harus bisa menyelesaikan persoalan tersebut. Oleh karenanya kehadiran startup sangat membantu bagi kami,” terangnya.

Gati mencontohkan, permasalahan kopi yang saat ini sudah terbentuk ekosistemnya. “Saya tidak sengaja kumpulkan mereka dalam pameran, ternyata semua ekosistemnya kumpul disini, mulai dari baristanya, pengguna dan penyedia bahan baku, hingga permesinannya. Jadi sebenarnya permasalahan kopi sudah bisa diselesaikan,” paparnya.

Terkait penyediaan bahan baku, terang Gati, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian terkait untuk supplai bahan baku secara berkelanjutan. Namun, tambahnya, dengan adanya startup tadi bisa sedikit menyelesaikan permasalahan bahan baku bagi para pelaku IKM.

“Kalau jaminan supplai yang aman itu tergantung dari penyedia bahan baku. Industri kan bisa berjalan kalau bahan bakunya bagus. Oleh karena itu, kita harus kerjasama dengan Kementerian terkait lainnya,” ungkap Gati.

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Perindustrian, hingga saat ini, sudah ada lebih dari 900 startup di dalam negeri, hampir 60 persennya ada di pulau Jawa.

“Jadi, kalau dilihat pertumbuhan startup itu tinggi sekali. Potensi ini yang harus kita manfaatkan untuk keberlangsungan industri nasional,” katanya.