Pindah Ibu Kota, SBY Singgung Rencana Jokowil Jual Aset dan Utang Luar Negeri

0
93
SBY menyampaikan pidato refleksi pergantian tahun di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (11/12)

Jakarta – Presiden keenanm RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempertanyakan rencana Presiden Jokowi yang ingin memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan.

Menurut SBY, masih ada sejumlah hal yang ingin diketahui masyarakat secara rinci mengenai pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan.

“Konsepnya seperti apa? Timeline-nya seperti apa? Berapa besar biaya yang digunakan? Dari mana anggaran itu diperoleh? Apakah betul ada pemikiran untuk menjual aset-aset negara dan bahkan utang ke luar negeri untuk membiayainya?” tutur SBY saat menyampaikan pidato politik Refleksi Pergantian Tahun di JCC, Senayan, Jakarta Rabu(11/12).

Pada pidato tersebut SBY menyampaikan beberapa kritiknya terhadap kinerja pemerintah sepanjang tahun 2019.

“Hal-hal inilah yang ingin kami dengar. Saya yakin rakyat Indonesia juga ingin mendengar dan mengetahuinya,” lanjutnya.

SBY menekankan bahwa pemindahan ibu kota adalah suatu mega proyek bagi negara. Oleh karena itu, SBY menyarankan pemerintah agar benar-benar menyiapkan secara matang terkait pemindahan ibu kota negara.

“Yang ingin kami sampaikan hanya berkaitan dengan sumber daya, termasuk anggaran, yang diperlukan untuk membangun ibukota baru tersebut. Kami pelajari, dalam APBN 2020 belum secara gamblang dan signifikan dicantumkan anggaran awal untuk pembangunannya,” ujarnya.

Banyak hal yang harus disiapkan. Tentu guna kesuksesan pembangunan ibukota baru tersebut.SBY tidak ingin Indonesia gagal memindahkan ibu kota hanya karena perencanaan yang tak matang dan tergesa-gesa. Terlebih, saat ini kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik.

“Banyak contoh di dunia, negara yang berhasil dan juga yang gagal dalam membangun ibukota yang baru.,” jelas SBY.

SBY menuturkan dirinya pernah berencana memindahkan ibu kota saat masih menjabat sebagai presiden. Kala itu, dia ingin memindahkan ke wilayah Jawa Barat, bukan Kalimantan.

Namun, rencana itu dibatalkan setelah dipikirkan selama 2 tahun. Pertimbangannya adalah ketiadaan anggaran untuk menunjang pemindahan ibu kota negara.

“Sementara banyak sasaran pembangunan yang lebih mendesak. Di samping itu, ada faktor lingkungan (amdal) yang tidak mendukung, yang tentu tidak boleh kami abaikan,” jelasnya.

“Memindahkan dan membangun ibukota baru adalah sebuah mega proyek. Tidak boleh meleset, harus sukses. Tidak boleh meleset, harus sukses,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo berencana memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Sejauh ini, pemerintah tengah menyiapkan rancangan undang-undang ibu kota baru.