Kemenperin Serahkan Penghargaan Industri Hijau 2019 kepada 151 Perusahaan

0
53
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono saat menyerahkan penghargaan Industri Hijau di Jakarta, Senin (16/12)

Jakarta – Kementerian Perindustrian menyerahkan penghargaan Industri Hijau tahun 2019 kepada 151 perusahaan, yang terdiri dari kelompok industri Agro sebanyak 99 industri, industri Kimia, Farmasi dan Tekstil sebanyak 42 industri, serta kelompok industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika sebanyak 10 industri. Berdasarkan jumlah tersebut, 85 perusahaan industri menerima penghargaan level 5 dan 53 perusahaan industri menerima penghargaan level 4.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi serta motivasi pemerintah kepada industri manufaktur dalam negeri yang telah menerapkan prinsip-prinsip industri hijau dalam proses produksinya.

“Penghargaan industri hijau merupakan salah satu program yang dilakukan setiap tahun dengan tujuan memberikan manfaat yang cukup signifikan terhadap proses produksi perusahaan industri,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Senin (16/12).

Sigit mengatakan Kemenperin tengah mengembangkan program yang mendorong industri nasional untuk menerapkan Industri Hijau melalui perbaikan efisiensi dan efektivitas produksi, dengan pendekatan no cost, low cost, ataupun high cost.

Berdasarkan data self assessment terhadap industri pada 2018, dapat dihitung penghematan energi sebesar Rp3,5 triliun dan penghematan air sebesar Rp228,9 miliar.

Penghematan tersebut selain dapat membantu komitmen Indonesia dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen atau 41 persen dengan bantuan dari luar negeri pada tahun 2030, juga sebagai bentuk dukungan dari Kemenperin untuk mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals.

“Secara bertahap dan pasti, pengakuan industri hijau sudah merupakan salah satu faktor daya saing,” ujarnya.

Menurut dia, industri hijau sudah menjadi tuntutan pasar seiring dengan semakin tingginya kepedulian pasar akan kelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan.

Dari sisi pengembangan industri, lanjut dia, industri hijau pada hakekatnya adalah upaya terus menerus untuk meningkatkan sistem produksi agar semakin efisien dan lebih ramah lingkungan dengan menerapkan praktik terbaik dalam hal manajemen pengusahaan maupun dalam pemilihan teknologi proses.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto mengungkapkan, penghargaan industri hijau merupakan langkah awal untuk menyiapkan industri dalam pemenuhan standar industri hijau melalui mekanisme sertifikasi industri hijau.

Eko menambhkan, industri yang memenuhi standar industri hijau mendapatkan sertifikat industri hijau yang berlaku selama 4 tahun, yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Industri Hijau yang ditunjuk melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 41/2017 tentang Sertifikasi Industri Hijau.

Pada tahun 2019, terdapat 16 perusahaan industri yang mendapat sertifikat industri hijau melalui fasilitas Kementerian Perindustrian, dan dua perusahaan industri melalui biaya perusahaan.

“Pada tahun ini juga diberikan penyerahan sertifikat kepada 8 perusahaan industri yang telah melaksanakan surveilans tahunan dalam rangka mempertahankan sertifikat industri hijaunya,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kementerian Perindustrian juga memberikan Penghargaan Rintisan Teknologi (RINTEK) kepada 8 perusahaan industri yang telah menghasilkan kegiatan perekayasaan, invensi, atau inovasi teknologi yang berhasil diproduksi dan dikomersilkan.

Selain itu, Kementerian Perindustrian juga memberikan pemghargaan bagi para perekayasa dari Balai di Lingkungan BPPI yang telah menghasilkan kegiatan litbang unggul berorientasi industri, dari 22 Balai di lingkungan Kemenperin telah diperoleh 3 (tiga) pemenang Hasil Litbang Unggulan kategori industri Agro, dan tiga pemenang kategori industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika.

Disamping itu, Kementerian Perindustrian juga memberikan Penghargaan Sarana Penelitian Industri Tetapan (SPIRIT) kepada 5 (lima) tim penelitian yang menghasilkan inovasi produk, teknologi, proses produksi, publikasi ilmiah baik nasional maupun internasional serta paten.