IPW Desak Polri Tangkap Ari Askhara Mantan Dirut Garuda Indonesia

0
30

Jakarta – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap dan menahan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara.

Hal ini disampaikan Neta setelah Menteri BUMN Erick Thohir memecat Ari Askhara terkait penyelundupan komponen Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat baru Garuda Indonesia.

” Ari Askhara tak cukup hanya dipecat dari jabatannya. Tapi Direskrimsus Polda Metro Jaya juga harus segera menangkap dan menahannya dalam kasus penyelundupan komponen Harley-Davidson yang merugikan negara miliaran rupiah,” kata Neta dalam keterangan tertulisnya, beberapa waktu yang lalu.

Neta menyebut, selama ini IPW melihat Direskrimsus sangat agresif memburu dan menangkap para pelaku penyelundupan pakaian bekas dari luar negeri.

“Contohnya, pada 12 September lalu, Direskrimsus Polda Metro Jaya menangkap enam tersangka penyelundupan pakaian bekas dari Cina di tiga tempat berbeda, yakni di Pelabuhan Marunda, di Senen, dan Ancol. Para tersangka ditangkap dan langsung ditahan karena merugikan negara miliaran rupiah,” ujarnya.

Namun, lanjut Neta, dalam kasus penyelundupan komponen sepeda motor mewah Harley Davidson yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Direskrimsus belum bergerak dan masih berdiam diri.

“Padahal Menteri BUMN sudah memecat Dirut Garuda Ari Askhara yang diduga terlibat dalam penyelundupan, yang melibatkan perusahaan penerbangan yang dipimpinnya tersebut,” ungkapnya

Karenanya, Neta kembali mendesak polisi menangkap Ari dan semua pihak yang terkait dalam kasus tersebut. Apalagi Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah mengatakan, potensi kerugian negara akibat penyelundupan itu bisa mencapai Rp 1,5 miliar.

“IPW mendesak Direskrimsus Polda Metro Jaya bergerak cepat segera menangkap dan menahan Dirut Garuda Ari Askhara dan semua pihak yang terlibat dalam aksi penyelundupan tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara karena diduga terlibat dalam penyelundupan komponen Harley Davidson menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Transaksi pembelian dilakukan pada April 2019 melalui rekening pribadi bagian keuangan Garuda di Amsterdam. Hingga akhirnya motor dibawa ke Indonesia atas nama salah satu pegawainya yang berinisial SAS pada penerbangan Garuda Indonesia menggunakan pesawat Airbus A330-900 pada 17 November 2019 lalu.