Negara-negara Muslim Buang Dolar & Serukan Ganti Emas

0
41
Foto Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta – Sejumlah negara islam kini mempertimbangkan emas sebagai alat pembayaran internasional. Sejumlah negara itu antara lain Malaysia, Iran,Turki dan Qatar.

Alasan rencana penerapan ide tersebut tidak lain karena dolar AS semakin tidak stabil, dan terpapar pada fluktuasi nilai untuk melayani sebagai mata uang internasional utama. ,berikut penjelasan yang dikutip dari CNBC Indonesia

Malaysia Serukan Penggunaan Emas

Gagasan tersebut juga telah disetujui dan akan dikaji oleh Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. Lalu, mengapa negara Muslim ingin mengganti dolar AS dengan emas

Gagasan penggunaan emas sebagai alat pembayaran mendapat persetujuan dari Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad yang juga mengusulkan penggunaan emas dengan sistem barter untuk seluruh Asia Timur.

Hal tersebut disampaikan Mahathir saat konferensi Nikkei Future of Asia di Tokyo pada minggu lalu.

“Di Timur Jauh (Far East), jika anda ingin datang bersama, kita harus mulai dengan mata uang perdagangan bersama, bukan untuk digunakan secara lokal tetapi untuk tujuan penyelesaian perdagangan,” katanya.

“Mata uang yang kami usulkan harus didasarkan pada emas, karena emas jauh lebih stabil.”

Alasan lainnya karena menurut PM Malaysia dunia sedang dipenuhi dengan konflik di mana mata uang dimanipulasi.

“Situasi di dunia sedang tidak stabil. Kami melihat konflik di mana-mana .Ada konfrontasi antara Amerika dan China. Kami semua terpengaruh meskipun kami bukan bagian dari itu,” kata Mahathir.

“Perdagangan mata uang bukanlah sesuatu yang sehat karena ini bukan tentang kinerja negara tetapi tentang manipulasi.”

Iran dan Qatar

Negara-negara Arab yang bersekutu dengan Amerika Serikat (AS) yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar sekitar 2-1/2 tahun yang lalu atas tuduhan mendukung terorisme. Sementara itu, Iran mendapat pukulan telak setelah AS menerapkan kembali sanksi terhadapnya.

Ekonomi terbesar dunia itu terus menjatuhkan sanksi terhadap Iran, melarang produk-produk Iran mulai dari barang-barang kesehatan hingga peralatan militer dan pesawat terbang.

Presiden Iran Hassan Rouhani juga menginginkan dominasi dolar AS diakhiri dengan gagasan satu Cryptocurrency yang dapat digunakan antara negara-negara Muslim.

“Negara-negara Muslim dapat menciptakan mekanisme khusus untuk kerjasama perbankan dan keuangan dalam meminimalkan ketergantungan mereka pada AS,” kata Rouhani.

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk melawan sanksi AS yang kerap kali menimpa negara-negara Muslim, juga upaya dedolarisasi AS sebagai mata uang internasional.

Turki

Awal tahun ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan rencana untuk mengakhiri monopoli dolar AS melalui kebijakan baru yang ditujukan untuk perdagangan non-dolar dengan mitra internasional negara itu. Langkah itu didorong oleh alasan politik dan ekonomi.

Turki berusaha membuang dolar dalam upaya mendukung mata uang nasionalnya, lira. Mata uang Turki ini telah kehilangan hampir setengah nilainya terhadap dolar selama setahun terakhir.

Iran

Langkah Presiden AS Donald Trump menarik negaranya keluar dari perjanjian nuklir 2015 pada tahun 2018 lalu telah membuat Iran tidak bisa lagi berdagang secara bebas dengan berbagai negara dunia.

Keadaan itu diperparah sanksi yang kembali diberlakukan Trump untuk ekonomi Iran. Trump bahkan mengancam akan menerapkan hukuman bagi negara manapun yang melakukan transaksi dengan Iran.

Sanksi itu juga telah memaksa Iran untuk mencari alternatif terhadap dolar AS sebagai alat pembayaran untuk ekspor minyaknya.