Gapmmi Bidik Pertumbuhan Industri Mamin Capai Double Digit

0
13
HOME INDUTRI JENANG KUDUS

Jakarta – Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menargetkan pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) dalam negeri mencapai “double digit” hingga akhir 2020.

“Kami telah sampaikan ke Pak Menteri Perindustrian bahwa pertumbuhan tahun ini bisa double digit, asalkan semua hambatan yang dihadapi industri bisa terselesaikan,” kata Ketua Gapmmi Adhi S Lukman  dikutip dari Antara di Jakarta (8/1/).

Dijelaskan Adhi, pihaknya telah menyampaikan beberapa hambatan kepada Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita antara lain, persoalan bahan baku, dimana pelaku usaha meminta jaminan ketersediaan bahan baku, termasuk jika bekum tersedia di Indonesia dan harus diimpor dari negara lain.

“Pak Menteri Perindustrian sudah sepakat bahwa ketersediaan bahan baku tidak boleh dihambat, dan beliau juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait supaya ini dilancarkan dan diberikan prioritas. Bahkan, Pak Menteri juga memberikan izin prinsip impor bahan baku secara tahunan, sehingga industri dapat merencanakan usahanya dengan leluasa,” paparnya.

Menurut Adhi, koordinasi antar K/L sangat penting agar kebijakan yang dibuat menjadi sinkron, terlebih dalam mengimplementasikan Making Indonesia 4.0.

Selain itu, Gapmmi juga menyoroti beberapa kebijakan fiskal seperti super deduction tax yang masih menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nya keluar.

Apabila berbagai hambatan tersebut dapat terselesaikan, lanjut Adhi, Gapmmi optimistis bahwa salah satu industri andalan nasional ini dapat tumbuh melesat melebihi 9 persen.

“Saya bilang sama Pak Menteri kalau kita bisa tumbuh lebih tinggi dan mampu mengejar ketertinggalan dengan negara lain seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand,” tutur Adhi.