Dugaan Korupsi Rp10 Triliun, Kementerian BUMN Bakal Rombak Direksi Asabri

0
10

Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara segera merombak jajaran direksi PT Asabri (Persero) dalam waktu dekat.

“Ya pasti dirombak, saya kira. Tahun ini, tahun ini perombakanny),” kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta, Senin (13/1).

Kartika mengatakan belum dapat memastikan perombakan direksi PT Asabri tersebut dilakukan secara keseluruhan atau tidak sebab masih akan didiskusikan dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Belum tahu, Ini masih diskusi sama Pak Menteri,” katanya.

Kartika menyebutkan memang benar terdapat kerugian portofolio di sisi saham Asabri tersebut namun ia mengaku belum mengetahui secara pasti terkait angka kerugiannya sebab masih dikaji lebih dalam.

“Memang ya seperti yang disampaikan itu, ada kerugian di portofolio sisi sahamnya. Ini sedang kami kaji dan dilihat karena kan nilainya bergerak terus,” katanya.

Ia menuturkan pihaknya  sedang melakukan investigasi bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengetahui lebih lanjut terkait masalah Asabri tersebut.

“Kami sedang meneliti dan melakukan investigasi dengan BPK, jadi belum terlihat dari kapannya tapi ini sudah cukup lama. Kami belum lihat detail,” ujarnya.

Ia menyebutkan strategi penyelesaian kasus Asabri akan berbeda dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sebab Asabri merupakan asuransi sosial sehingga tidak dilakukan secara business to business (B2B).

“Beda karena Asabri itu asuransi sosial bukan asuransi privat. Jadi tidak bisa, dalam konteks B2B agak sulit,” ujarnya.

Di sisi lain, Kartika mengatakan belum mengetahui strategi yang akan diterapkan untuk menyelesaikan kasus Asabri sebab masih dalam proses penelitian bersama Menkopolhukam Mahfud MD.

“Belum tahu, baru mau kami teliti dulu kejadiannya seperti apa dan lossnya seperti apa. Nanti kami lihat dengan Pak Menkopolhukam,” ujarnya.