OJK Pelajari Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri

0
12

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera mempelajari kasus dugaan korupsi yang terjadi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

“Ditunggu saja, ini lagi kami bekerja bersama lembaga terkait yang mengawasi Asabri,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso  di Jakarta, Senin (13/1).

Menurut Wimboh, mengingat OJK bukan sebagai lembaga pengawas Asabri maka secara formal pihaknya juga tidak berwenang memberikan rekomendasi penyelesaian kasus tersebut.

Berdasarkan pasal 54 Peraturan Pemerintah Nomor 102 tahun 2015, pengawasan Asabri dilakukan oleh pengawas internal dan eksternal.

Dalam pasal itu disebutkan, pengawas eksternal Asabri yakni Inspektorat Jenderal Kementerian Pertahanan, Inspektorat Pengawasan Umum Mabes Polri dan Inspektorat Jenderal TNI.

Selain itu, Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Auditor Independen.

Di sisi lain, lanjut dia, OJK akan melakukan pengawasan dan pengaturan lembaga keuangan non bank (LKNB) termasuk asuransi di dalamnya.

“Kebijakan itu sudah kita telorkan sejak 2015. Kebijakan itu kita reform seperti saat kami mereform perbankan pascakrisis 1997/1998,” katanya.

Kebijakan itu, kata dia, di antaranya LKNB harus menerapkan risk management yang baik yang prinsipnya sama dengan perbankan. Selain itu, LKNB juga harus menerapkan tata kelola yang baik.

Pengawasan, kata dia, dilakukan berdasarkan basis risiko atau risk base yang meliputi pengawasan terhadap laporan neraca dan instrumen.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD mengaku mendengar isu dugaan korupsi Asabri dan meminta hal itu diungkap secara tuntas.

“Ya, saya mendengar ada dugaan korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp 10 triliun,” katanya, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Terkait dengan itu, Mahfud mengaku akan segera memanggil Menteri BUMN dan Menteri Keuangan untuk meminta kejelasan soal dugaan korupsi di Asabri.