Kejagung Tahan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Sistemik Jiwasraya

0
36

Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya menahan lima orang terkait mega skandal dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kelimanya adalah Dirut PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, mantan Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

Usai menjalani pemeriksaan, kelimanya langsung ditahan pada Selasa sore kemarin (14/1) secara bergiliran. Begitu keluar dari gedung bundar Kejagung, kelimanya

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, tahanan yang pertama keluar adalah Benny Tjokosaputro. Dia keluar pukul 17.07 WIB, disusul Hary Prasetyo pukul 17.24 WIB. 15 menit berselang, Heru Hidayat yang keluar. Kemudian Hendrisman keluar pukul 18.33, 2 menit berselang giliran Syahmirwan yang digiring keluar.

Usai resmi ditahan, kelimanya akan menjalani penahanan selama 20 hari. Namun untuk tempat penahanannya dipastikan bakal berbeda.

Hendrisman ditahan di Rumah Tahanan Guntur milik Pomdam Jaya, Hary di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejari Jakarta Selatan, Syahmirwan di Rumah Tahanan Cipinang, Benny di Rumah Tahanan KPK, dan Heru di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejagung.

Terkait pemisahan kelima tahanan tersebut, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus), Adi Toegarisman menjelaskan alasannya.

“Masih proses pemeriksaan. Ada beberapa pertimbangan untuk kepentingan pemeriksaan,” ungkap Adi usai pemeriksaan dilakukan.

Kelima tahanan itu juga sudah dinyatakan menjadi tersangka oleh Kejagung. Seluruhnya disangkakan pasal 2 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam sangkaan primer dan pasal 3 UU Tipikor untuk sangkaan subsidair. Atas perbuatannya tersebut, kelima tersangka diancam mendapat hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda maksimal Rp 1 milliar.

Adi menegaskan, Kejaksaan Agung telah memiliki alat bukti yang cukup untuk menetapkan kelimanya sebagai sebagai tersangka sesuai dengan KUHAP pasal 184.

“Alat buktinya kita enggak menyimpang dari KUHAP, kita mengacu KUHAP 184. [Bukti] Saksi kemudian bukti surat dan sebagainya. Nanti kita lihat perkembangannya. Kita masih proses ke sana,” ujarnya.