Sampoerna Miliki Laboratorium Penguji Tembakau Tercanggih di Indonesia

0
40

Pasuruan – Industri tembakau tengah menuju ke arah pengembangan yang berbasis sains, teknologi, dan ilmu pengetahuan. Diperlukan sebuah riset dan inovasi teknologi untuk meningkatkan kualitas industri tembakau tersebut. Sehingga memiliki peranan penting bagi penerimaan negara melalui pajak, cukai, ketenagakerjaan, investasi, usaha kecil dan menengah, serta petani tembakau dan cengkih.

“Diperlukan sebuah riset dan inovasi yang didukung oleh laboratorium yang canggih untuk pengembangan industri tembakau agar lebih kompetitif.” Ujar Megawati Hong, Manager Technical Services Sampoerna saat menyambut Kepada Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya didampingi Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan, dan Halal BSN Wahyu Purbowasito, Kepala Bidang Fasilitasi Pelaku Usaha BSN Nurhidayati, serta KLT BSN Surabaya bertempat di Science and Development Center Sampoerna. (16/1)

Kepala BSN Bambang Prasetya mengapresiasi PT. Hanjaya Mandala Sampoerna yang telah menginvestasi laboratorium penguji yang canggih, modern dan memiliki kemampuan pengujian dengan ruang lingkup yang banyak. “Pengujian yang dilakukan di laboratorium ini sangat mumpuni dan hasilnya dapat diterima dengan luar negeri karena telah menerapkan SNI ISO/IEC 17025:2017” ujar Bambang.

PT. Hanjaya Mandala Sampoerna memiliki Laboratorium Penguji (LP-104-IDN) yang telah telah menerapkan secara konsisten SNI ISO/IEC 17025:2017 dan terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada tanggal 22 Agustus 2019. Perusahaan juga membuka pengujian tembakau baik kepada perusahaan tembakau kecil dan menengah maupun perusahaan di luar negeri untuk melakukan pengujian tembakau.

Ruang lingkup dari laboratorium tersebut antara lain Cigarette (mainstream smoke) – white cigarette, cigarette (mainstream smoke) – kretek cigarette, tobacco, tobacco cengkeh, filter rods, cigarette paper, cigarette tipping paper, filter plug, filter rods, cigarette paper (kertas rokok), cigarette tipping paper, aluminium foil, karton, adhesive material (lem), rokok kretek (SKT/sigaret kretek tangan dan mesin) & rokok putih (SPM/sigaret putih mesin), soil, residu pestisida tembakau.

Kedepannya perusahaan akan terus menambah ruang lingkup yang disesuaikan dengan potensi dan permintaan pasar. Sehingga laboratoium ini menjadi rujukan dan acuan industri tembakau di seluruh dunia.