Daya Saing Perhotelan dan Restoran: Dari lnovasi Hingga Sertifikasi

0
50
Ketua umum PHRI, Haryadi Sukamdani

Jakarta – Sektor pariwisata, merupakan sektor paling efektif untuk meningkatkan pendapatan negara. Dapat dilihat dari keragaman tempat wisata Indonesia yang indah, serta ketersediaan SDM yang memadai. Perhimpunan Hotel dan Restoran lndonesa (PHRI) selaku pihak yang bergerak di bidang akomodasi menyoroti hal tersebut.

Kontribusi PHRI sangatlah mendukung sektor dari sisi pendapatan daerah, hotel dan resto dari asosiasi PHRI sangat berkontribusi, terbukti dengan posisinya yang mencapai peringkat pertama.Padahal, pada tahun 2015 ada kebijakan dari Kementerian PAN-RB bahwa tidak boleh ada acara pemerintah di hotel.

Diversifikasi inilah yang dapat mengantisipasi. ketiga setelah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Tantangan dalam hal perkembangan, untuk Tantangan lainnya pada sektor perhotelan adalah disrupsi dari pemain digital, atau perubahan perekonomian pariwisata Indonesia.

Dilihat dari besarnya investasi dan pertumbuhan yang dilakukan, bahkan yang terbesar dibandingkan pihak pendukung pariwisata lainnya. lnvestasi dan pertumbuhan yang dimaksud adalah tentang pengadaan gedung, pelayanan sarana dan prasarana, serta penyerapan tenaga kerja perhotelan dan restoran. restoran, sudah tidak bisa dipungkiri bahwa tantangannya adalah kompetisi.

Kemudian hotel lebih pada diversifikasi pada pasar mancanegara. inovasi/ teknologi. Masyarakat lebih mengandalkan platform virtual operator seperti OYO, reddoorz, dan sharing ekonomi seperti Airbnb, di mana mereka menyediakan rumah, villa, apartemen untuk disewakan.

Hotel konvensional harus ada pajak, sedangkan platform virtual operator dan sharing economy tidak ada pajak dan regulasi. Rumah warga, kos-kosan pun bisa disewakan. Hal ini membuat mereka tumbuh cepat. Ketua umum PHRI, Haryadi Sukamdani, menyatakan, untuk hotel sendiri, telah ada kurang lebih 650.000 kamar kelolaan PHRI, 50% di antaranya adalah hotel berbintang.

Sedangkan untuk restoran, tidak terhitung jumlahnya. Ketua umum PHRI, Haryadi Sukamdani, menyatakan, untuk hotel sendiri, telah ada kurang lebih 650.000 kamar kelolaan PHRI, 50% di antaranya adalah hotel berbintang. Sedangkan untuk restoran, tidak terhitung jumlahnya.

Diversifikasi artiya penganekaragaman produk atau lokasi usaha untuk memaksimalkan profit. Sehingga apabila ada usaha di suatu daerah mengalami kemerosotan, dapat tertutupi dari usaha daerah lain. lni juga berfungsi agar perolehan devisa naik, karena memang wisatawan mancanegara masih belum mencukupi. Selama ini, pangsa pasar terbesar dari tamu pemerintah, saat mengadakan acara-acara resmi pemerintahan.

Dalam rangka disrupsi, PHRI menyorot masalah daya saing tentang bagaimana regulasi itu dikendalikan. “Bagaimana Ketua umum PHRI, Haryadi Sukamdani meningkatkan daya saing kalau Iawan kita tidak ikut aturan. Semua harus sama parameternya. lbarat lari marathon, ada yang start dari 0 m, masa ada yang start 20 m. Sektor-sektor yang terkena disrupsi harus fair kondisinya,” tegas Haryadi.

Namun, terkait daya saing dalam segi pelayanan. PHRI telah mewajibkan sertifikasi pada hotel-hotel di bawah naungannya oleh Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU).

Sertifikasi tersebut mengacu pada Kementrian Pariwisata. Sedangkan untuk restoran, terkait higienitas dan keamanan berada di naungan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), atau pengontrol keamanan makanan yang dikonsumsi.

Komentar dari tamu yang menginap menunjukkan bahwa kualitas pelayanan hotel memang baik. Untuk sertifikasi ISO 9001, PHRI telah mencanangkan dan akan ada banyak hotel yang menerapkan